Langsung ke konten utama

Pesona Keindahan Danau Kelimutu

  Danau Kelimutu atau Tiwu Kelimutu merupakan tempat wisata yang memberikan pengalaman wisata seru dan menyenangkan ketika anda berada di Woloara, Kelimutu, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur. Danau ini dibagi atas tiga bagian yang sesuai dengan warna - warna yang ada di dalamnya. Sudah bukan hal baru lagi bahwa kawasan Nusa Tenggara Timur menyimpan banyak sekali potensi wisata yang menarik. Mulai dari wisata pantainya yang indah hingga aneka kawasan pemandangan yang begitu menawan. Salah satu tempat wisata yang paling banyak diminati pecinta wisata adalah Danau Kelimutu atau Tiwu Kelimutu yang memberikan pengalaman wisata seru dan menyenangkan. Bagi pecinta wisata yang berkunjung ke Flores maka tidak ada salahnya anda mengunjungi wisata menarik Danau Kelimutu. Tempat wisata ini sering disebut dengan Danau Tiga Warna. Bukan hanya populer sebagai tempat wisata di dalam negeri saja, namun danau ini juga menarik hati para wisatawan luar negeri. Daya Tarik Danau Kelimutu : 1. Sang monyet

Mengenal Fakta Menarik Jam Gadang, Bukit Tinggi

Liburan ke Kota Bukit Tinggi, Sumatera Barat, rasanya kurang afdal kalau belum melihat kemegahan Jam Gadang. Menara jam ikonik ini menjadi salah satu tempat wisata favorit bagi wisatawan.Selain menjadi ikon wisata Bukittinggi, ternyata menara jam bersejarah itu menyimpan sejumlah fakta menarik yang mungkin tidak diketahui wisatawan

Dilansir berbagai sumber, berikut kumparan rangkum deretan fakta menarik Jam Gadang. Sebagai destinasi wisata, Bukittinggi menawarkan keindahan alam dengan liukan perbukitan hijau hingga pegunungan megah. Tak heran di masa lalu kota ini keindahannya disetarakan dengan Paris dan dijuluki Parijs Van Sumatera.

Namun, kota ini tak hanya menyimpan lanskap yang menawan. Bukittinggi juga memegang peranan penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia dan sempat menjadi ibu kota sementara setelah Belanda menduduki ibu kota Yogyakarta dalam Agresi Milter tahun 1948.

Tentu saja berkunjung ke Bukittinggi tak lengkap tanpa mampir ke Jam Gadang. Menara jam yang terletak di pusat kota Bukittinggi ini memiliki jam berukuran besar di empat sisinya, yang berperan sebagai penanda kota serta objek wisata.

Nama gadang sendiri dalam bahasa Minangkabau berarti besar. Hal ini selaras dengan bentuknya yang memang berupa menara besar setinggi 25 meter.

1. Pemberian Ratu Belanda

Mengutip laman bukittinggikota.go.id, Jam Gadang merupakan hadiah dari Ratu Belanda kepada Rook Maker, sekretaris atau controleurFort de Kock (sekarang Kota Bukit Tinggi) pada masa pemerintahan Hindia Belanda. 

Selesai dibangun pada tahun 1926, Jam Gadang sendiri dirancang oleh Yazid Rajo Mangkuto, seorang saudagar Minangkabau pada masa Hindia Belanda. Sedangkan peletakkan batu pertama dilakukan oleh putra Rook Maker yang pada saat itu masih berusia 6 tahun.

2. Salah Satu Ikon Kota Bukit Tinggi

Pembangunan Jam Gadang menghabiskan biaya sekitar 3.000 Gulden, biaya yang tergolong fantastis untuk ukuran waktu itu. Sehingga sejak dibangun dan diresmikan, menara jam ini telah menjadi pusat perhatian setiap orang.

Hal itu pula yang mengakibatkan Jam Gadang kemudian dijadikan sebagai penanda atau markah tanah dan juga titik nol Kota Bukittinggi. Jam Gadang juga menjadi salah satu ikon Kota Bukit Tinggi dan menjadi spot favorit bagi wisatawan.

3. Menara Jam Gadang Pernah Beberapa Kali Mengalami Perubahan

Sejak didirikan, Jam Gadang telah mengalami tiga kali perubahan pada bentuk atapnya. Awal didirikan pada masa pemerintahan Hindia Belanda, atap pada Jam Gadang berbentuk bulat dengan patung ayam jantan menghadap ke arah timur di atasnya.

Kemudian pada masa pendudukan Jepang diubah menjadi bentuk pagoda. Terakhir setelah Indonesia merdeka, atap pada Jam Gadang diubah menjadi bentuk gonjong atau atap pada rumah adat Minangkabau, Rumah Gadang. 

Salah satu keunikan Jam Gadang Bukittinggi yang menjadi perbincangan terletak di angka empatnya. Berbeda dengan angka IV dalam aksara Romawi, nomor 4 di Jam Gadang Bukit Tinggi ditulis dengan IIII.

Masyarakat sekitar percaya kalau angka IIII itu dibuat demikian untuk mengenang empat orang pekerja yang meninggal karena kecelakaan kerja.

Selain cerita tersebut, ada juga yang menyatakan bahwa angka IV diartikan sebagai “I Victory” yang artinya aku menang. Untuk menghindari arti “aku menang” karena dikhawatirkan memicu pemberontakan untuk menentang penjajah, penulisan angka 4 ditulis sebagai IIII.

Renovasi terakhir yang dilakukan pada Jam Gadang adalah pada tahun 2010 oleh Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI) dengan dukungan pemerintah Kota Bukittinggi dan Kedutaan Besar Belanda di Jakarta. Renovasi tersebut diresmikan tepat pada ulang tahun Kota Bukit Tinggi yang ke-262 pada tanggal 22 Desember 2010.

4. Penulisan Angka 4

Namun, beberapa ahli menyatakan bahwa angka 4 dalam huruf romawi awalnya memang tertulis IIII. Hal ini terjadi jauh sebelum pemerintahan Louis XIV. 

Penulisan angka empat dengan “IV” juga dikatakan sebagai perubahan penulisan angka romawi yang awalnya IIII. Sampai saat ini, pendapat mana yang paling benar masih menjadi teka-teki.

5. Disebut-sebut Sebagai Kembaran Big Ben

Terakhir, menara jam yang berumur lebih dari 100 tahun ini kerap disamakan dengan Big Ben yang berada di London. Keduanya disandingkan lantaran sama-sama menjadi landmark dari masing-masing kota.

Apalagi Big Ben dan Jam Gadang semakin disamakan, karena sama-sama menggunakan mesin untuk penggerak yang hanya diproduksi dua buah saja di dunia. Kedua mesin itu tentunya digunakan oleh Big Ben dan Jam Gadang. 

Meski memiliki bentuk yang serupa (segiempat), namun menara Big Ben di London dan Jam Gadang jelas berbeda. 

Jam Gadang dibuat bergaya modern dengan menara berbentuk rumah adat Minangkabau setinggi 26 meter. Sedangkan Big Ben didesain bergaya Gothik Victoria dengan bagian puncak menara runcing dan tinggi mencapai 96 meter.

Bila ingin berkunjung ke sini, datanglah saat pagi atau sore hari ketika cuaca tak terlalu terik. Sembari bersantai, kamu bisa sekalian mencicipi makanan khas Minangkabau yang dijajakan oleh para pedagang di sekitar Jam Gadang. Jangan lupa membawa kamera karena banyak spot menarik untuk berfoto di tempat ini.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

10 Tempat Wisata di Sibolga yang Paling Rekomended

Kota Sibolga yang dikenal dengan julukan kota ikan, berada di provinsi Sumatera Utara. Letak kota ini berapa di pantai Barat pulau Sumatera, yang membujur sepanjang pantai dari Utara ke Selatan dan berada di kawasan Teluk Tapian Nauli. Jarak kota Medan ke Sibolga kurang lebih 350 km, atau sekitar 8 jam perjalanan darat. Kota Sibolga memiliki banyak destinasi wisata dan menjadi salah satu tempat wisata terdekat dari kota medan. Bagi kamu yang hobi travelling dan staycation, 10 tempat wisata di Sibolga berikut ini menjadi rekomendasi dan wajib sobat travelling kunjungi. Berikut ke 10 tempat wisata di Sibolga yang paling rekomended. 1. Pulau Mursala Jika kamu masih ingat film Hollywod yang berjudul “Kingkong”, lokasi syuting yang digunakan berada di pulau Mursala ini. Selain keindahan airnya, pulau Mursala Sibolga juga menawarkan sisi lain yang ada di pulau ini. Adanya air terjun yang airnya langsung jatuh ke laut, menambah nilai plus pulau ini. Walau secara pembagian wilayah NKRI, pula

Daya Tarik Wisata Pulau Pandang Batubara

Hai Sobat Traveling, apa kamu sudah pernah berkunjung ke Sumatera Utara? Jika sudah, tempat wisata mana saja yang sudah kamu kunjungi? Mungkin beberapa dari sobat Traveling masih belum pernah ke Sumatera dan beberapa sudah pernah namun belum mengunjungi semua tempat wisata di Sumatera Utara. Provinsi Sumatera terkenal dengan tempat wisatanya yang keren dan rekomended untuk di kunjungi. Mulai dari wisata gunung, wisata air, wisata pulau dan masih banyak lagi yang bisa kamu jumpai. Salah satu tempat wisata Sumatera Utara yang menghasilkan foto estetik adalah Pulau Pandang Batubara. Masih banyak yang belum mengetahui tempat wisata yang satu ini, oleh karena itu sobat Traveling akan berbagi informasi untuk kalian semua. Pulau Pandang Pulau Pandang adalah salah satu pulau kecil yang terletak disebelah utara Kecamatan Tanjung Tiram dan berada di Selat Malaka, lepas pantai Sumatera, sekitar 47 km dari Tanjung Balai dan 10 km dari selatan Pulau Salahnamo. Pulau Pandang masih masuk dalam wilaya

9 Destinasi Wisata Pulau Nias Sumatera Utara

Temukan Banyak Tempat Wisata Hits di Nias, Sumatera Utara. Objek wisata yang tidak membosankan, kekinian, dan yang terbaik bisa kamu temukan di Pulau Nias. Ya’ahowu Ono niha… Bagi kamu masyarakat nias, bukan hal baru lagi jika disinggung objek wisata apa saja yang ada di Pulau Nias. Disetiap destinasi yang akan dikunjungi, akan memberikan kesan tersendiri bagi pengunjungnya. Nah, bagi sobat traveling dimanapun berada yang belum tahu Pulau Nias itu berada dimana dan rekomendasi tempat wisata yang dapat dikunjungi, kamu bisa menemukan jawaban itu disini. Pulau Nias Pulau Nias adalah salah satu dari sekian banyak pulau yang ada di Indonesia. Pulau Nias merupakan salah satu kabupaten yang ada di Provinsi Sumatera Utara, dengan luas wilayah sebesar 1.004,06 km2, sejajar dan berada di sebelah barat Pulau Sumatera, serta berada di tengah-tengah Samudera Hindia. Secara letak geografis, Pulau Nias terletak di garis 0’12’-0’32’ Lintang Utara (LU) dan 97’-98’ Bujur Timur (BT) dekat dengan garis K